Arema Tim Besar Dengan Target Ambisius kata Eduardo Almeida

Pelatih baru Arema FC, Eduardo Almeida mengungkap kesamaan antara dirinya dengan tim yang yang akan ia tangani. Menurut Eduardo kesamaan antara Arema FC dengan dirinya ialah sama sama ambisius. Terutama dari sisi mengejar target dalam prestasi di sepakbola.

"Arema tim besar, dengan target ambisius. Ini sama dengan saya sebagai pelatih yang sangat ambisius, itu bagus," kataEduardoAlmeida, Selasa (18/5/2021). Pelatih berusia 43 tahun itu menilai, dengan kesamaan sikap yang sama sama ambisius itu akan membuat target yang dipatok manajemen yakni bisa menjadi wakil Indonesia di AFC Cup tahun depan dapat lebih mudah dicapai. "Jadi dengan kesamaan ini saya berpikir Arema dan saya akan cocok serta bisa bekerja dengan baik. Saya akan membantu Arema agar bisa menjadi lebih besar dari hari ke hari dan sesuai tujuan mereka ingin ke papan atas. Jadi ini peluang yang bagus," jelasnya.

Selain itu, faktor penting untuk mendukung Arema agar bisa meraih target tersebut, juga perlu dukungan dari Aremania. Dengan kerja sama antar semua pihak dalam tim, Eduardo yakin kerja tim akan lebih ringan. "Mereka punya banyak suporter dan fans. Suporter membuat Arema jadi tim besar, bahkan besar di Asia Tenggara dan Asia. Bagi saya Arema tim besar dengan suporter hebat dan itu yang dibutuhkan klub," tutur mantan pelatih Semen Padang itu. Berbagai harapan besar dibebankan di pundak Eduardo Almeida saat menerima tawaran melatih Singo Edan.

Tak cuma itu, kesibukan dan penyesuaian materi juga menyambut kedatanganEduardoAlmeida. Terakhir,beritaAremapopulerhariiniakan mengulasmimpiMRafli, striker mudaAremaFC. Selengkapnya, langsung saja simakberitaAremahariiniselengkapnya.

Eduardo Almeida calon pelatih baru Arema FC, mengaku siap dengan target yang di tetapkan manajemen Arema FC musim ini. Sebelumnya General ManagerAremaFC, Ruddy Widodo dalam youtube chanel klubAremaFC Official mengatakan, kompetisi musim ini dijadikanAremaFC batu loncatan untuk bisa mendapat tiket mewakili Indonesia ke ajang AFC Cup 2022 mendatang. Terkait target yang dipatok manajemen itu, Eduardo mengaku siap.

Meskipun ia tak menampik jika hal itu tak mudah untuk diraih, sebab ia harus membawaAremaFC menjadi juara Liga 1 2021 atau paling tidak finish posisi runner up. "Sangat penting sebuah tim punya target tinggi. Itu akan memberikan tanggung jawab besar kepada semua, pelatih, staf dan juga pemain. Namun tentu saja target tersebut harus tetap realistis, berdasarkan banyak faktor," kata Eduardo Almeida, Selasa (11/5/2021). Baginya ada banyak faktor pendukung agar target itu bisa terwujud, salah satunya ialah materi pemain yang mumpuni.

"Bukan hanya tentang pelatih, tapi juga tanggung jawab semua tim untuk mendapatkan target tersebut. Saya tidak masalah mendapat target yang tinggi, karena saya mengerjakannya bersama tim," jelasnya. Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro akan memberi beberapa masukan ke Eduardo Almeida. Eduardo akan tiba di Malang pada pekan depan, dan memimpin latihan perdana pada Kamis (20/5/2021).

Begitu tiba di Indonesia, Eduardo harus menjalani karantina mandiri dulu selama lima hari di Jakarta, dan karantina di Malang. "Saya akan memberi masukan, terutama soal materi pemain milikAremaFC. Saya akan sampaikan pemain kami satu per satu secara detail biar nanti jalannya enak." "Dari situ akan kami tanya apakah ada kekurangan dan perlu tambahan pemain," kata Kuncoro.

Saat iniAremaFC sudah mengikat sekitar 25 pemain lokal secara resmi. Singo Edan belum memiliki pemain asing. Manajemen sudah menyodorkan tawaran kepada dua pemain asal Brasil, yaitu Arthur Cunha dan Jacsson Antonio Wichnovski.

Kuncoro berharap kedatanganEduardoAlmeidadapat memperbaiki prestasiAremaFC di Liga 1 2021. "Semoga dia bisa cepat adaptasi dengan tim. Kabarnya, pelatih ini enak dan mudah bergaul. Itu akan lebih mempermudah klop dengan tim. Semoga saja," jelasnya. Striker Arema FC, Muhammad Rafli membeberkan bisnis impiannya, yang ingin ia wujudkan.

Selain menjadi bagian dariAremaFC, di Malang Rafli mengaku ia ingin sekali mendirikan bisnis cafe dan juga kos kosan. Menurut Rafli, bisnis cafe dan kos kosan di Malang memiliki prospek yang bagus ke depan untuk dikembangkan. "Kalau impian, ingin punya bisnis cafe atau bisnis kos kosan. Apalagi di Malang inikan banyak orang merantau ke sini, seperti sekolah dan kuliah. Jadi saya menilai bisnis kos kosan akan bisa dapat banyak rejeki. "

"Bisnis cafe juga pengen, lihat di pinggir jalan ada cafe bagus, langsung ramai. Kayaknya orang Malang seneng nongrong, jadi inginnya bisnis cafe juga," kataMRafli, Selasa (11/5/2021). Namun untuk mewujudkan impiannya itu, pemain berusia 23 tahun itu mengaku masih perlu waktu agar bisa mengumpulkan modal yang cukup. "Diumur segini sementara bisnis baju palingan, karena bisnis yang besar juga butuh modal yang besar juga," ujar pemain yang merupakan kekasih putri pemilik Arema FC, Iwan Budianto itu.

Rafli memang memiliki kedekatan dengan Kota Malang mengingat kiprahnya di sepak bola profesional dimulai dari kota dingin itu. Pemain Timnas Indonesia kelahiran tangerang itu langsung bergabung denganAremaFC sebagai klub profesional pertamanya setelah menjalani pembinaan di Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) di kota Malang. Sebagai salah satu pemain muda diAremaFC, perlahan tapi pastiMRaflisemakin sering mendapat kepercayaan pelatih dan ia jadi langganan masuk Timnas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.